Kamis, 24 Juli 2014

RESEP SATE MARANGGI LEZAT KHAS PLERED – PURWAKARTA

    Sate Maranggi Sapi Lezat dan Enak

Lama tidak update blog, kali ini saya persembahkan resep spesial yaitu Sate Maranggi. 

Sate merupakan makanan special bagi saya dan bagi orang-orang sekitar saya, juga mungkin bagi anda readers sekalian?

Kalau tiba hari raya Idul Adha, keluarga kami ketika berqurban pasti sebagian jatah dagingnya digunakan untuk membuat sate, dan yang membuat bahagia, satenya tidak pernah bersisa, habis tandas… das… das. 

Dan setiap ada rencana membuat sate, seluruh keluarga sepakat menyebut nama saya sebagai pembuat utama sate, yang intinya menyuruh dalam membuat bumbu perendam dagingnya.

 

Daging sapi direndam bumbu
Ketika membuat sate ini, kebetulan mau mengunjungi kakak saya di Garut dan memberikan oleh-oleh yang spesial yaitu Sate Maranggi.

Satenya diolah siang hari, dibakarnya sore hari. Untuk oleh-oleh sate dibakar setengah matang, terus dibungkus kertas nasi dengan alas daun pisang supaya wangi, dibungkus lagi dengan plastik ukuran kertas HVS, disimpan di freezer.

Daging yang digunakan adalah daging sapi bukan daging kambing (jaga keamanan tensi) dan bumbu yang digunakan sangat minimalis dengan hasil rasa yang maksimalis sedap, lezat dan enak dengan pelengkap sambal kecap yang pedas dan menyegarkan.

 

Yuk, mari kita berkiprah di dapur….

 

Bahan :

750 gram Daging sapi dicampur sedikit lemak

Tusuk sate

Minyak goreng secukupnya (kalau pakai minyak wijen lebih sip)

Arang untuk membakar

 

Bumbu Halus:

3 sendok makan Garam

50 gram Gula merah

1 sendok teh Gula pasir

½ cm Asam jawa diencerkan dengan air 2 sendok makan, disaring

 

Sambal Kecap sebagai Pelengkap:

Kecap secukupnya

Cabai rawit secukupnya diiris tipis

2 butir Bawang merah diiris kasar

1 buah Tomat merah yang besar diiris besar

 

Sate Maranggi Sapi

Cara Membuat:

  • Potong-potong daging 
  • Masukkan daging ke dalam bumbu yang telah dihaluskan aduk-aduk sampai rata. Diamkan daging paling sebentar 1 jam dan paling lama semalaman di dalam lemari es.
  • Setelah dirasa waktunya cukup merendam daging, tusuk-tusuk daging dengan tusuk sate sampai habis, 1 tusuk sate terdiri dari 2 daging dan 1 lemak di tengahnya.
  • Siapkan arang untuk membakar, bakar sate di atas arang yang sudah benar-benar membara setelah sebelumnya sate mentah dioles-oles dengan sedikit minyak goreng.
  • Bakar sampai matang dan berbau wangi.
  • Sate maranggi siap disantap

 

Sambal Kecap Pelengkap:

  • Campurkan cabe rawit, bawang merah dan tomat dalam sebauh mangkuk, selanjutnya siram dengan kecap
  • Kalau sambal tidak ingin menjadi encer, tomat tidak perlu dimasukkan, disimpan saja di tempat terpisah.

 

Catatan dan Tips:

  • Daging sapi dan sedikit lemaknya tidak perlu dicuci, apabila kuatir ada kotor dan debu juga sisa darah, dilap saja dengan lap kering yang bersih.
  • Kalau bisa potongan dagingnya tidak terlalu kecil, takut nanti kalau dibakar dan matang dagingnya tinggal secuil. Juga jangan terlalu besar dengan maksud supaya pekerjaan cepat selesai, takutnya nanti dalamnya tidak matang.
  • Daging sapi mutlak harus direndam yang lama supaya bumbu meresap dan daging menjadi empuk.
  • Cara membakar arang tanpa minyak tanah yaitu arang dibakar di atas api kompor sampai arang membara setelah itu dipindahkan ke tempat pembakaran sate, dikipas-kipas sampai baranya merata.
  • Jangan membakar sate sebelum arang belum benar-benar membara sebab nanti satenya akan alot.
  • Untuk sate daging sapi atau kambing, tidak direkomendasikan memakai pan datar atau teflon, rasanya akan kurang enak dan juga sensasinya akan berbeda (maunya kan yang spesial, jadi harus ada pengorbanan)
  • Dari resep di atas menghasilkan sate sebanyak 100 tusuk, kalau menurut perhitungan ekonomis ibu rumah tangga ngirit, menghemat 50% dibanding membeli sate di penjual sate.
  • Sate ini dibumbui minimalis tanpa tambahan ketumbar, lengkuas dan bumbu lainnya, adalah untuk menonjolkan rasa dagingnya supaya tidak tersamarkan oleh bumbu.

 

Semoga resepnya bermanfaat. Terimakasih atas kunjungannya.


3 komentar:

  1. ASSALAMUALAYKUM..ibu Ida saya pernah buat kecap lumurannya sesuai yg ibu share tp rasanya berbeda dengan kecap lummuran asli plered ya..pk kecap khusus? atau cara buatnya yg berbeda? trimakasih ibu Ida :)

    BalasHapus